Contoh Surat Perdamaian Kasus Penganiayaan (Korban luka-luka dan rusaknya barang)

Surat Perdamaian Kasus Penganiayaan

Berikut ini Anda bisa lansung Copypaste Contoh Surat Perdamaian Kasus Penganiayaan (Korban luka-luka dan rusaknya barang) ini untuk kelengkapan administrasi Anda

Contoh Surat Perdamaian Kasus Penganiayaan Korban Luka

Contoh Surat Perdamaian Kasus Penganiayaan Korban Luka

SURAT PERDAMAIAN  KASUS PENGANIAYAAN

Kami yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama   : KHALID MUSA
Umur   : 41 Tahun
Pekerjaan  : Wiraswasta
Alamat : Desa Suka Maju
 
Untuk selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama;
 
Nama   : LEONARDO
Umur   : 31 Tahun
Pekerjaan  : Wiraswasta
Alamat : Desa Suka Maju
 
Untuk selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua;
 
Sehubungan dengan telah terjadinya kasus penganiayaan pada hari SENIN tanggal 12 sekira pukul 14.23 WIB di Jalan Gatot Subroto yang dilakukan oleh Pihak Pertama terhadap Pihak Kedua sehingga mengakibatkan Pihak Kedua mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Zainal Abidin selama 3 hari serta rusaknya 1 (satu) unit sepeda motor merk Honda milik Pihak Kedua;
 
Atas kejadian kecelakaan tersebut, kami kedua belah pihak telah sepakat untuk berdamai secara kekeluargaan dengan tanpa paksaan dari pihak manapun yang isi perjanjian sebagai berikut:
1.      Pihak Pertama mengakui mengakui bersalah melakukan pemukulan terhadap Pihak Kedua dikarenakan Pihak Pertama saat itu sedang emosi;
2.      Pihak Pertama menyesali perbuatannya dan tidak akan mengulangi perbuatan tersebut dikemudian hari;
3.      Pihak Kedua tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun telah memaafkan Pihak Pertama;
4.      Pihak Pertama bersedia membantu biaya pengobatan Pihak Kedua sebesar Rp 500.000,- dan Pihak Pertama juga bersedia memperbaiki kendaraan Pihak Kedua yang mengalami kerusakan hingga keadaan seperti semula;
5.      Surat Perdamaian ini kami buat dan kami tandatangani, sehingga kami selaku kedua belah pihak tidak akan menuntut dan memperpanjangan kasus penganiayaan ini dikemudian hari;
6.      Kedua belah pihak bersedia untuk dituntut secara hukum, jika kalau salah satu pihak tidak mematuhi isi perjanjian perdamaian ini;
 
Demikian Surat Perdamaian ini kami buat dengan sebenar-benarnya dan dalam keadaan sadar serta tanpa paksaan dari pihak manapun, untuk dipergunakan sebagaimana mestinya;

 

Suka Maju, 24 April 2020
Pihak Pertama                           
KHALID MUSA
 
Pihak Kedua
LEONARDO
 
Saksi-saksi :
1. SUTRISMA  (saksi Pihak Pertama) ............ 
2. NANI DIANA (saksi Pihak Kedua)  ............        
         
Mengetahui,
Kepala Desa
AGUNG GUMELAR

SURAT PERDAMAIAN PENGRUSAKAN DAN PENCEMARAN NAMA BAIK

SURAT PERNYATAAN KESEPAKATAN PERDAMAIAN

Pada hari ini Selasa tanggal 23 Maret 2020 bertempat di Desa Suka Maju telah terjadi pertemuan kekeluargaan antara:
I. Bapak Syahbanda yang disertai oleh Ny.Syahbanda dan Sdr.Ferdian selaku orang tua dan kakak kandung dari Lerina, tersangka terlapor tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan dan perusakan sesuai pasal 335 (1) KUHP dan atau pasal 406 (1) KUHP yang telah terjadi di kediaman Sulastri Desa Suka Maju, Kecamatan Suka Jaya, pada hari Sabtu 12 September 2019 sekitar jam 14.30 WIB, selanjutnya disebut sebagai Pihak Kesatu.

II. Ibu Sulastri, dengan alamat Desa Suka Maju, Kecamatan Suka Jaya, yang disertai adik kandungnya Handayani dengan didampingi oleh pengacara Kasman Arifan, selaku korban pelapor atas peristiwa pidana sebagaimana telah disebutkan diatas yang telah dilaporkan pertama kali ke Kepolisian Negara Republik Indonesia Metro Jaya di Jakarta dengan Laporan Polisi Nomor 1234/11/2019/Res.JT Kamis tanggal 23 Maret 2019 jam 14.00 wib, selanjutnya disebut Pihak Kedua.
Sebagai hasil dari pertemuan tersebut para pihak telah membuat kesepakatan sebagau berikut:
1. Bahwa Pihak Kesatu atau Keluarga Lerina menyesali dan menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada Sulastri atas perbuatan pengrusakan yang dilakukan oleh Lerina sebagaimana telah dilaporkan kepada pihak Kepolisian dengan Laporan Polisi Nomor 1234/11/2019/Res.JT tersebut.
2. Bahwa Pihak Kedua menerima pernyataan maaf dari keluarga Lerina untuk dan atas nama Lerina, maka dengan demikian pula Pihak Kedua memaafkan perbuatan pengrusakan yang telah dilakukan oleh Lerina tersebut.
3. Bahwa sebagai bentuk tanggung jawab, untuk dan atas nama Lerina, Pihak Kesatu bersedia untuk mengganti rugi semua kerusakan yang diakibatkan oleh perbuatan Lerina tersebut.
4. Bahwa Pihak Kedua setuju untuk membuat dan mengajukan Permohonan Pencabutan Laporan kepada Kepolisian Metro Jaya di Jakarta dalam waktu secepatnya.

Demikian hasil pertemuan yang sekaligus merupakan kesepakatan perdamaian antara Pihak Kesatu dan Pihak Kedua. Kesepakatan perdamaian ini dibuat oleh para Pihak dengan penuh kesadaran didasari rasa tanggung jawab, tanpa tekanan dan atau intimidasi dari Pihak manapun. Dengan ditanda tanganinya kesepakatan ini maka tidak ada tuntutan apapun diantara Para Pihak dikemudian hari tentang perbuatan pengrusakan sebagaimana telah disebutkan diatas.

BACA JUGA : Contoh Surat Perjanjian Perdamaian Kecelakaan

Demikianlah Contoh Surat Perdamaian Kasus Penganiayaan. Terimakasih telah membaca artikel Contoh Surat Perdamaian Kasus Penganiayaan, Semoga surat Perdamaian ini dapat bermanfaat bagi anda yang membutuhkannya.